DPRD PROVINSI SUMATERA UTARA
Rumah Adat Sumatera Utara
Daerah Wisata Sumatera Utara
Rumah Ibadah Sumatera Utara

UNJUK RASA Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)

Posted April 6, 2016
Written by user
UNJUK RASA Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)

 
Delegasi Aliansi Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) dengan jumlah massa sebanyak 30 (Tigapuluh) orang melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD-SU pada Senin, tanggal 4 April 2016. Delegasi diterima oleh Tim Penerima Unjuk Rasa/ Aspirasi DPRD Provinsi Sumatera Utara oleh Ir. Zahir, MAP, Sutrisno Pangaribuan, ST, Jenny R.L Berutu, SH dan Lidiani Lase.
 
 
Delegasi Aliansi Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) menyampaikan pernyataan sikap yang terdiri dari 6 (Enam) point bagaimana tercantum dalam statement/pernyataan sikapsebagai berikut:
 
1.      Mendesak DPRD Sumatera Utara C/Q Komisi A memanggil Polres Toba Samosir dan melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) serta selanjutnya melakukan sidang paripurna terkait kasus kematian Alm. Andi Pangaribuan didalam sel tahanan Polres Toba Samosir yang secara hukum telah mengabaikan Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2005 Pasal 18 Butir (b). Kegagalan Kapolres Toba Samosir sebagai Pimpinan, serta melakukan pelanggaran HAM berat.
2.      DPRD Provinsi Sumatera Utara, “jangan hanya diam”. Mempunyai fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan, Lembaga Legislatif yang mempunyai amanah dan tanggung jawab dari rakyat seharusnya mengupayakan terlaksananya keadilan Hukum sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-Undangan Perwakilan Rakyat.
3.      Indikasi adanya pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) Polres Toba Samosir terkait kematian Alm. Andi Pangaribuan, dan indikasi tidak adanya pengawasan secara intensif dari Pihak Polres Toba Samosir mengakibatkan Alm. Andi Pangaribuan meniggal dunia, mohon diusut tuntas.
4.      Mendesak Polres Toba Samosir agar adanya pertanggung jawaban hukum, moral, spiritual, maupun sosial dari pihak Polres Toba Samosir kepada keluarga korban terkait meninggalnya Alm. Andi Pangaribuan di dalam sel tahanan Polres Toba Samosir pada hari Jum’at, 6 November 2015 sekitar pukul 17.00 WIB.
5.      Kapolda Sumatera Utara harus evaluasi Kapolres Toba Samosir ( Jidin Siagian ), hal-hal yang tidak berprestasi tidak layak untuk dipertahankan.
6.      Meminta dan mendukung Komnas HAM segera mengusut tuntas, memeriksa dan membongkar kematian Alm. Andi Pangaribuan di dalam sel tahanan Polres Toba Samosir yang diduga kuat adanya intimidasi secara jasmani dan rohani yang mengakibatkan kematian. Kami berharap kasus tersebut tidak terulang kembali dan semoga POLRI di Sumatera Utara agar benar-benar menjadi panglima tertinggi dalam menegakkan supremasi Hukum serta menjadi Polisi yang Profesional.
 
Untuk menyikapi aspirasi yang telah diterima oleh Tim Penerima Unjuk Rasa/ Aspirasi DPRD Provinsi Sumatera Utara oleh Ir. Zahir, MAP, Sutrisno Pangaribuan, ST, Jenny R.L Berutu, SH dan Lidiani Lase.  menyampaikan pendapat sebagai berikut :
-            Statement diterima dan akan diteruskan kepada Pl. Ketua DPRD Sumatera Utara untuk ditindak lanjuti oleh Komisi terkait (Komisi A).
Dalam rangka Aspirasi HIMMAH akan ditindak lanjuti dalam Rapat Badan Musyawarah untuk diagendakan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi A dengan memanggil Kapolres Toba Samosir dan Perwakilan dari HIMMAH.