DPRD PROVINSI SUMATERA UTARA
Rumah Adat Sumatera Utara
Daerah Wisata Sumatera Utara
Rumah Ibadah Sumatera Utara

UNJUK RASA Forum Keadilan Sumatera Utara

Posted January 31, 2017
Written by user
UNJUK RASA Forum Keadilan Sumatera Utara

 
Delegasi oleh Forum Keadilan Sumatera Utara dengan jumlah massa sebanyak 2500 (Dua Ribu Lima Ratus) orang melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD-SU pada Rabu, tanggal 30 Januari 2017. Delegasi diterima oleh Tim Penerima Unjuk Rasa/ Aspirasi DPRD Provinsi Sumatera Utara oleh H. M. Hanafiah Harahap, SH.
Delegasi Forum Keadilan Sumatera Utara menyampaikan pernyataan sikap yang terdiri dari 6 (Enam) point bagaimana tercantum dalam statement/pernyataan sikapsebagai berikut:
1.    Usut tuntas secara hukum mantan Kapoldasu Irjen Raden Budi Winarso dan Wakapolda Brigjen Adhya Pranoto yang diduga terlibat dalam penguasaan lahan tersebut.
2.    Meminta KPK segera mengusut tuntas dugaan gratifikasi pembangunan yang dilakukan pihak Poldasu di lahan PT Sianjur Resort.
3.    Meminta kepada Kapoldasu untuk menghentikan seluruh pembangunan di lahan PT Sianjur Resort.
4.    Meminta kepada Kapolri untuk turun tangan atas perampasan tanah PT Sianjur Resort oleh pihak Polda Sumut.
5.    Meminta kepada Kejaksaan Tinggi Sumut untuk mengeksekusi Putusan MA yang memiliki kekuatan hukum tetap dengan No. 1433K/Pdt/2014 tanggal 2014.
6.    Tangkap dan adili Mantan Dirut Utama PTPN II Batara Muda Nasution yang telah mengeluarkan izin pemakaian lahan yang bukan haknya.
 
Untuk menyikapi aspirasi yang telah diterima oleh Tim Penerima Unjuk Rasa/ Aspirasi DPRD Provinsi Sumatera Utara oleh Drs. Baskami Ginting menyampaikan pendapat sebagai berikut :
-       Statement diterima dan akan disampaikan kepada Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara untuk ditindak lanjuti sesuai dengan peraturan oleh Komisi terkait.
-       Meminta kepada Forum Keadilan Sumatera Utara untuk melengkapi Berkas dan Data-data yang akurat.
Komisi A akan menjadwalkan di Banmus untuk diadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang pihak terkait.