DPRD PROVINSI SUMATERA UTARA
Rumah Adat Sumatera Utara
Daerah Wisata Sumatera Utara
Rumah Ibadah Sumatera Utara

​UNJUKRASA Gerakan Mahasiswa Pembebasan Sumatera Utara (GEMA Pembebasan SUMUT)

Posted January 12, 2017
Written by user
UNJUKRASA Gerakan Mahasiswa Pembebasan Sumatera Utara (GEMA Pembebasan SUMUT)

 
Delegasi oleh Gerakan Mahasiswa Pembebasan Sumatera Utara (GEMA Pembebasan SUMUT) dengan jumlah massa sebanyak 100 (Seratus) orang melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD-SU pada Kamis, tanggal 12 Januari 2017. Sebagai perwakilan diterima berdialog/ duduk bersama di Ruang Banmus sebanyak 6 (enam) orang Delegasi diterima oleh Tim Penerima Unjuk Rasa/ Aspirasi DPRD Provinsi Sumatera Utara oleh H. Syamsul Bahri Batubara, SH dan H. Muchrid Nasution, SE.

 
Delegasi Gerakan Mahasiswa Pembebasan Sumatera Utara (GEMA Pembebasan SUMUT) menyampaikan pernyataan sikap yang terdiri dari 4 (Empat) point bagaimana tercantum dalam statement/pernyataan sikapsebagai berikut:
 
1.      Kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, kenaikan tarif pajak, pencabutan subsidi Tarif Dasar Listrik (TDL) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta defisit anggaran Negara yang membuat rakyat melarat dan Negara sekarat adalah dikarenakan selama 2 (dua) tahun kepemimpinan Jokowi-JK, kebijakan yang diterapkan adalah kebijakan yang pro terhadap kapitalis asing dan aseng, hal ini menunjukkan rezim penguasa saat ini tak berbeda jauh dari rezim sebelumnya, yakni rezik neolib yang berlindung di balik citra “wong cilik”.
2.      Paket kebijakan liberal tersebut tertuang dalam kebijakan impor pangan dan tenaga kerja asing, perjanjian penambahan hutang luar negeri serta penjualan dan perpanjangan perjanjian penguasaan aset-aset strategis kepada korporasi asing, Walhasil, Indonesia semakin terjerat jebakan hutang yang tak berkesudahan sembari harus merelakan SDA dan SDE Indonesia terus menerus dikuasai korporasi asing dan aseng, rakyat pun terasing di negeri sendiri.
3.      Paket kebijakan liberal yang diterapkan oleh rezim neolib Jokowi-JK membuktikan bahwa selain rezim neolib ini telah mengkhianati rakyat, negeri ini juga telah dikangkangi oleh ideology Kapitalisme-Liberal melalui mekanisme politik busuk Demokrasi yang berlindung di balik simbol-simbol “keramat” ideology dan Undang-undang Kenegaraan.
4.      Menyeru kepada seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk mengganti ideology Kapitalisme dan sistem Demokrasi dengan Syariah Islam dibawah Institusi Khilafah Rasyidah, Karena hanya dengan Syariah-lah negeri yang telah salah urus ini dapat terselamatkan dari cengkraman ideology kufur dan penjajahan asing dan aseng.
 
Untuk menyikapi aspirasi yang telah diterima oleh Tim Penerima Unjuk Rasa/ Aspirasi DPRD Provinsi Sumatera Utara oleh H. Syamsul Bahri Batubara, SH dan H. Muchrid Nasution, SE menyampaikan pendapat sebagai berikut :
-  Statement diterima dan akan disampaikan kepada Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara untuk ditindak lanjuti sesuai dengan mekanisme yang ada di DPRD-SU.
- Meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun Pemerintah Pusat untuk meninjau kembali kebijakan-kebijakan yang tidak mendukung Ekonomi masyarakat kecil.