DPRD PROVINSI SUMATERA UTARA
Rumah Adat Sumatera Utara
Daerah Wisata Sumatera Utara
Rumah Ibadah Sumatera Utara

UNJUK RASA Forum Solidaritas Driver Online Roda2 Medan Sekitarnya (FoSDOR2-MS)

Posted April 12, 2017
Written by user
UNJUK RASA Forum Solidaritas Driver Online Roda2 Medan Sekitarnya
(FoSDOR2-MS)


Delegasi oleh Forum Solidaritas Driver Online Roda2 Medan Sekitarnya (FoSDOR2-MS) dengan jumlah massa sebanyak 1000 (Seribu) orang melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD-SU pada Rabu, tanggal 12 April 2017 sebagai perwakilan diterima berdialog dan menyampaikan aspirasi kepada Tim Penerima Aspirasi di Ruang Rapat Banmus sebanyak 14 (Empat Belas) orang. Delegasi diterima oleh Tim Penerima Unjuk Rasa/ Aspirasi DPRD Provinsi Sumatera Utara oleh Drs. Anhar A. Monel, MAP dan Mhd. Syarif Rawi.
 
Delegasi Forum Solidaritas Driver Online Roda2 Medan Sekitarnya (FoSDOR2-MS) menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut :
 
  1. Menanggapi revisi PerMen No. 32/2016 (dalam hal ini driver Gojek Medan mengapresiasi dan mendukung revisi PerMen tersebut, namun kami belum melihat keberpihakan secara adil terhadap keberadaan Transportasi Online Roda 2 yang notabene nya sudah ada dan berlangsung sejak dahulu, ssejak zaman yang kita sebut RBT/ sepeda dayung. Apalagi kondisi saat ini dimana Transportasi yang cepat, untuk usaha pengiriman barang, makanan, bahkan obat-obatan. Hal ini secara langsung mendukung pemerintah dalam langkah ekonomi kreatif dan membantu putaran ekonomi dunia usaha.
  2. Kami Driver Gojek Medan sekitarnya dalam hal ini sebagai warga Medan, menuntut perlindungan dan jaminan keamanan dalam mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Dalam hal peningkatan pelayanan terhadap konsumen/ masyarakat, kami merasa perlu untuk kembali menggunakan ATRIBUT kebanggaan kami, dan Kami menolak dengan tegas segala bentuk intimidasi dan kekerasan. Untuk itu pemerintah dalam hal ini pihak Kepolisian sebagai penegak hukum kami minta aktif menjaga suasana kondusif kota Medan dan professional dalam menjalankan tugasnya.
  3. Kami driver Gojek Medan dan sekitarnya dalam hal ini mendukung proses hukum yang seadil-adilnya, bahkan kami bersedia menjadi mitra pihak kepolisian dalam segala hal baik itu menanamkan budaya safety riding dan Kamtibmas, namun kami minta keadilan yang hakiki sesuai dengan yang terjadi di lapangan, artinya kami juga menanyakan nasib 2 rekan kami sdr Budi dan sdr Binsar, yang hingga hari ini belum ada kejelasan, belum dibebaskan. Padahal kedua belah pihak keluarga dan pihak driver Gojek Medan sudah melakukan perdamaian.
  4. Kami driver Gojek Medan sekitarnya juga meminta kepada para wakil rakyat yang duduk di DPRD utnuk menampung aspirasi kami, dan menjadi mediator yang adil antara kami dan dengan saudara-saudara kami dari Transportasi konvensional, bahkan terhadap manajemen GOJEK Medan. Sebab kami driver online roda 2 hanya sebatas penyewa aplikasi yang diselenggarakan oleh Gojek Indonesia yang disebut MITRA, namun hak-hak kami terabaikan. Sungguh kami merasa terjepit dalam situasi ini, dasi segala sisi!!! Dari sisi manajemen dan regulasi. Pemerintah daerah dan DPRD selaku wakil rakyat jangan menutup mata akan hal ini, sebab kami juga masyrakat, kami juga warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  5. Terhadap manajemen GI Medan, kami menuntut untuk peningkatan kesejahteraan dan jaminan keamanan, dalam hal ini kebijakan sepihak dari manajemen cenderung dan terus menerus merugikan driver. bahkan jaket dan helm yang dulu wajibkan sebagai identitas dalam bekerja, sebagai wujud integritas, dan kami bayar/ beli dengan cicilan, saat ini tidak di sarankan untuk kami gunakan. Artinya PT GI tidak mau bertanggung jawab atas Mitranya sendiri dalam bekerja dan mengumpulkan pundi-pundi emas untuk PT. GI, maka hari ini dan selanjutnya, kami tuntut peningkatan kesejahteraan itu, dan kami tuntut rasa aman dan nyaman dalam bekerja menggunakan atribut, dalam meningkatkan pelayanan terhadap konsumen.

 

 
Delegasi juga menyampaikan pernyataan sikap secara lisan sebagai berikut :
  1. Bahwa mereka selama ini diam tapi sekarang sudah bergerak
  2. Dalam RDP Gabungan Komisi A dan D tanggal 05 April 2017 yang lalu tidak dilibatkan.
  3. Angkutan Online ini ada dan nyata
  4. Menolak apa yang telah dicantumkan dalam kesimpulan RDP tanggal 10 yang lalu.
  5. Driver online adalah sebagai objek bukan subjek
  6. Anggota Gojek meminta rekomendasi dari DPRD-SU untuk teman mereka yang ditahan di Polrestabes.
  7. Harapan agar segera ditindak lanjuti.
Untuk menyikapi aspirasi yang telah diterima oleh Tim Penerima Unjuk Rasa/ Aspirasi DPRD Provinsi Sumatera Utara oleh Drs. Anhar A. Monel, MAP dan Mhd. Syarif Rawi menyampaikan pendapat sebagai berikut :
  • Statement diterima dan akan disampaikan kepada Ketua DPRD-SU untuk di tindak lanjuti oleh Komisi terkait sesuai dengan mekanisme yang ada.
  • Karena masalah ini bersifat skala nasional, maka permasalahan ini akan disampaikan langsung kepada Pimpinan untuk ditindak lanjuti.