HIMBAUAN DOA BERSAMA SERENTAK 14 MEI 2020
Disiplin Cegah Penyebaran Virus Corona (Covid-19) Mulai dari Diri Sendiri
SELAMAT HARI JADI PROVINSI SUMATERA UTARA KE 72
Turut Berduka Cita untuk Ibunda Presiden Joko Widodo
Turut Berduka Cita untuk Bapak H Syamsul Bahri Batubara SH
Himbauan Ketua DPRD Sumatera Utara
DPRD PROVINSI SUMATERA UTARA
Rumah Adat Sumatera Utara
Daerah Wisata Sumatera Utara
Rumah Ibadah Sumatera Utara

Audiensi Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia (KKDBI)

Posted February 13, 2020
Written by user
Category Umum
Audiensi Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia (KKDBI)
dengan DPRD Provinsi Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara, Kapolda Sumatera Utara,
Kejati Sumatera Utara serta OPD Provinsi Sumatera Utara

 
Kamis, (13 Februari 2020). Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Drs. Baskami Ginting didampingi Gubernur Sumatera Utara, Kapolda Sumatera Utara, Kajati Sumatera Utara serta OPD Sumatera Utara menerima audiensi Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia (KKDBI) di ruang Aula DPRD Provinsi Sumatera Utara. Dra. Murniati Tobing, M.Si, selaku Ketua Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia (KKDBI) mempertanyakan terkait kebenaran pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang beredar  di media massa terkait pemusnahan ternak babi, isolasi ternak babi dan restocking ternak/daging babi di Provinsi Sumatera Utara.
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi selanjutnya membantah isu tersebut serta mempertanyakan dari mana asal-muasal informasi ini. Gubernur menyatakan bahwa tidak boleh ada orang yang memusnahkan ciptaan Tuhan. Namun Gubernur menghimbau kepada masyarakat yang memelihara babi untuk tidak sembarangan membuang babi yang mati, kemudian melarang babi yang sakit keluar dari kandangnya sehingga tidak menyebarkan wabah.Gubernur menjelaskan bahwa kematian babi-babi yang ada di Sumatera Utara disebabkan oleh Virus ASF (African Swine Fever) dan bukan dikarenakan Virus Hog Colera. Virus ASF diketahui hanya bisa menyebar/menular ke mahluk hidup yang sejenis, namun tidak bisa menyebar/menular ke jenis makhluk hidup lainnya. Sehingga Virus ASF yang menginfeksi babi tidak bisa menyebar/menular ke manusia dan binatang lain selain babi. Selama 5 bulan sejak peristiwa kematian babi ini muncul, sudah 48 ribu lebih babi yang mati dan terus bertambah setiap hari. Sehingga Gubernur mengajak seluruh masyarakat ikut serta menyelesaikan persoalan ini, dan meminta masukan agar tidak terjadi fitnah yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan di wilayah Sumatera Utara.
Selanjutnya Kapolda Sumatera Utara menyatakan bahwa keresahan ini berasal dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan berniat merusak keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Utara. Kapolda juga mengapresiasi demo savebabi yang berjalan dengan kondusif dan tertib. Kemudian Kapolda mengajak semua pihak untuk berdiskusi mencari solusi dan berhenti menyebarkan isu pemusnahan babi yang ada di Sumatera Utara. Kejati Sumatera Utara kemudian mengajak seluruh pihak untuk berkepala dingin, selalu bersabar dan bersama-sama bergandengan tangan mencari solusi demi kebaikan bersama. Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Drs. Baskami Ginting kemudian menghimbau seluruh pihak untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwasanya Gubernur tidak pernah menyatakan akan memusnahkan babi-babi yang ada di Sumatera Utara, serta menegaskan bahwa permasalahan ini adalah permasalahan ekonomi dan tidak adanya unsur kepentingan politik.