AYO MENYEMARAKKAN PERINGATAN HUT Ke - 75 KEMERDEKAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2020
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1441 H
HIMBAUAN DOA BERSAMA SERENTAK 14 MEI 2020
Disiplin Cegah Penyebaran Virus Corona (Covid-19) Mulai dari Diri Sendiri
SELAMAT HARI JADI PROVINSI SUMATERA UTARA KE 72
Himbauan Ketua DPRD Sumatera Utara
DPRD PROVINSI SUMATERA UTARA
Rumah Adat Sumatera Utara
Daerah Wisata Sumatera Utara
Rumah Ibadah Sumatera Utara

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara menerima Audiensi DPP KOMPAK MADINA

Posted March 4, 2020
Written by user
Category Umum
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara menerima Audiensi DPP Koalisi Mahasiswa Pergerakan Kabupaten Mandailing Natal ( DPP KOMPAK MADINA)


 
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Harun Mustafa Nasution di dampingi oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Parsaulian Tambunan dan Rahmat Rayyan menerima audiensi  DPP Koalisi Mahasiswa Pergerakan Kabupaten Mandailing Natal  di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Utara pada hari Rabu (04/03/2020).
Taufik yang mewakili Mahasiswa menyampaikan bahwa kedatangan ke DPRD Provinsi Sumatera Utara untuk menyampaikan aspirasi dari Aliansi Masyarakat Madina terkait tuntutan masyarakat tentang Regulasi pertambangan rakyat di Mandailing Natal pada tanggal 12 Desember 2019 yang lalu. Taufik sangat berterima kasih atas penerimaan audiensi oleh Wakil Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dan menjelaskan sejak Tahun 2009, bahwa mata pencarian masyarakat Mandailing Natal adalah  dari pertambangan. Hal ini dikarenakan keterbatasan ekonomi yang memaksa masyarakat harus menggantungkan hidupnya dari pertambangan. Dimana tuntutan dari aspirasi masyarakat tersebut hanya ingin Pemerintah mengajari mereka dari berbuat salah menjadi berbuat benar yang artinya mereka menginginkan adanya Regulasi yang mengatur tentang pertambangan, sehingga mereka bisa mencari nafkah dengan tenang dan nyaman tanpa ada gangguan dari pihak manapun. Taufik juga berharap kepada DPRD Provinsi Sumatera Utara agar memberikan solusi terbaik terhadap permasalahan pertambangan di Mandailing Natal dan agar menerbitkan Regulasi Wilayah Pertambangan Rakyat bagi masyarakat Mandailing Natal.



         

Parsaulian Tambunan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara mengatakan terkait dengan permasalahan pertambangan emas di Mandailing Natal, dampak dari permasalahan ini belum bisa dirumuskan atau di tangani oleh Pemerintah dan juga terkait dengan Regulasi yang mengatur pertambangan ini yang nantinya akan dibuat Perda tentang Regulasi Pertambangan tersebut, beliau akan mencoba mempelajari dan mencari solusi yang terbaik dari permasalahan pertambangan di Mandailing Natal. Menyikapi pendapat Gubernur Sumatera Utara terkait penutupan tambang liar di Mandailing Natal, beliau mengatakan bahwa itu dikarenakan Pemerintah sangat peduli dengan masyarakat Mandailing Natal karena latar belakang bahwa masyarakat Mandailing Natal tersebut sudah tidak sehat lagi akibat dampak dari Mercuri pertambangan emas tersebut. Dalam hal penutupan tambang liar, kemungkinan tidak akan ditutup sepenuhnya melainkan Pemerintah akan merelokasikan pertambangan yang layak untuk Masyarakat dan Perusahan supaya tidak terjadi perdebatan antara Pertambangan Rakyat dan Pertambangan Perusahaan di Mandailing Natal.
 

 
Rahmat Rayyan selaku Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara juga menambahkan terkait permasalahan Pertambangan di Mandailing Natal, Gubernur Sumatera Utara menyarankan agar memprioritaskan Kabupaten Mandailing Natal menjadi Wilayah Pertanian dan Perternakan serta akan memperjuangkan relokasi-relokasi untuk Pertanian di Kabupaten Mandailing Natal.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Harun Mustafa Nasution juga menyampaikan bahwa tidak ada Regulasi Pertambangan Rakyat untuk saat ini dan kemungkinan agak sulit. Terkait kunjungan Gubernur Sumatera Utara ke Kabupaten Mandailing Natal untuk penutupan pertambangan  itu hanya isu dan tidak ditutup total serta akan mencari solusi yang terbaik. Karena efek Mercuri dari pertambangan ini sangat tidak baik bagi masyarakat yang mengakibatkan tingkat kelahiran banyak yang cacat yang akan mengakibatkan kerugian bagi anak cucu kedepannya. Oleh karena itu Gubernur Sumatera Utara akan membuka lahan pertanian dimana Emas Kuning menjadi Emas Hijau.

 

 
Harun Mustafa Nasution juga akan berusaha menyelesaikan permasalahan pertambangan yang dialami masyarakat Mandailing Natal dengan cara mencoba menerapkan solusi seperti yang digagas oleh Gubernur Sumatera Utara, bahwa bukan hanya hasil dari pertambangan emas saja yang ada di Mandailing Natal, akan tetapi diharapkan juga hasil dan perkebunan dan pertanian. Beliau juga berharap kedepannya permasalahan Mandailing Natal ini segera dapat terselesaikan dan juga dapat memberikan perubahan perekonomian yang baik bagi masyarakat di Mandailing Natal.